Sabtu, 27 Agustus 2016

"KISAH CINTAKU" ( Kenangan 1979 ) Karya : Ki Slamet 42

Blog Ki Slamet : Poleksosbuda
Sabtu, 28 Agustus 2016 - 00:08 WIB 

Image "Ki Slamet 79" ( Foto: SP )
Ki Slamet 79


“ K I S A H  C I N T A K U ”
Karya : Ki Slamet 42

Kisah cintaku  pupus di bulan Agustus
Saat dia merona  berkata dengan serius
Bahwa tali kasih kasmaran sudah putus
Ditebas sebilah pedang  tajam terhunus
Berwarangka  berlapis hiasan mas bagus

Dan kupegang dada kuusap dan kuelus
Meredam detak jantungku yang hangus
Terbakar api dahana yang memberangus
Segala kenangan cinta  yang kian pupus
Bagai lukisan berdebu yang tak terurus

Meski semuanya itu terasa sakit nyelekit
Buat jiwaku berterteriak keras  menjerit
Rasakan pedih perih yang amat amit-amit
Seperti terjatuh dari awang-awang langit
Terjerambab dalam keputusasaan sempit

Aku akan terus  berupaya keras bangkit
Kibas segala rasa dan pikir yang menjepit
Gerak-gerik kebebasan yang terus melilit
Kenangan bercinta hingga tak mau lengit
Bersemayam di altar kalbu terus berderit

Maka kuanggap saja kenangan itu tak ada
Meski riak-riaknya masihlah tak mau sirna
Teruslah bergelora  menggeliat dalam jiwa
Namun itu  akan kuanggap hiasan semata
Yang tak mau lagi aku memperdulikannya

Bumi Pangarakan, Bogor
Jumat, 26 Agustus 2016 – 11:18 WIB

Minggu, 26 Juni 2016

MASJID AL MAKMUR CIKINI (Warisan R Saleh Yang Digotong Ramai-Ramai)

Blog Ki Slamet : Poleksosbuda
Minggu, 26 Juni 2016 - 22:23 WIB

Image "Masjid Al Makmur Cikini" (Foto: Warta Kota)
Masjid Al Makmur Cikini
Warta Kota – kamis, 23 Juni 2016 - Selain meninggalakan karya-karya yang terkenal, pelukis legendaris Raden Saleh Syarif Boestaman atau dikenal juga sebagai Pangeran Hitam juga mewariskan sebuah masjid. Warisan itu adalah Masjid Jami Al Makmur Cikini yang berlokasi di Jalan Raden Saleh. Cikini, JakartaPusat.
Awalnya, masjid itu terletak di dekat rumah Raden Saleh. Saat ini, lahan milik Raden Saleh itu telah berubah menjadi RSPGI Cikini. Namun rumah Raden Saleh dipertahankan dan difungsikan sebagai kantor rumah sakit.
Pengurus masjid Al Makmur Cikini, KH Syahlani menjelaskan, lokasi masjid saat ini berbeda dari lokasi masjid saat Raden Saleh masih hidup. Lokasi lama berjarak sekitar 80 meter dari lokasi terkini. Menurut Syahlani, Masjid Al Makmur Cikini didirikan tahun 1840 di dekat anak sungai Ciliwung yang melintasi tanah miliki Raden Saleh. Material yang digunakan untuk membangun masjid adalah bambu.
Tahun 1880, Raden Saleh berpulang dan tanahnya kemudian dijual ke Yayasan Koningen Emma Stiching. Tokoh-tokoh Islam seperti H. Oemar Said Tjokroaminoto, KH Mas Mansyur, H. Agus Salim, dan Abikoesno Tjokrosoeroyo berjuang agar masjid peninggalan Raden Saleh tidak digusur. Namun ketika Tjokroaminoto sibuk mendirikan Syarekat Islam, pemerintah Hindia Belanda  menerbitkan sertifikat sehingga tanah itu sah milik Yayasan Koningen Emma Stiching.
Masyarakat kemudian sepakat memindahkan Masjid Jami Al Makmur Cikini keluar dari tanah Raden Saleh yang telah pindah tangan itu. “Waktu dipindah, masjid ini digotong oleh warga, termasuk pagar-pagarnya. Bukan dibongkar terus dibikin lagi. Beneran digotong, hanya saja sejarah tidak menuliskan berapa banyak yang menggotong masjid ini, hampir semua warga Cikini membantu menggotongnya,” ungkap Syahlani.
Pada 1930, Masjid Jami Al Makmur dipugar. Berbekal gula kelapa, kapur dan bata merah yang digerus, masjid yang mengandung arsitektur Belanda tersebut resmi berdiri. “Masyarakat memberikan bantuan beras dan hasil kebun, kemudian dijual untuk beli bahan bangunan seperti gula Jawa, kapur dan bata merah,” kata Syahlani.
Meski bangunan masjid telah berubah, mimbar peninggalan Raden Saleh masih disimpan dan dirawatsecara baik. Hanya saja, mimbar berbahan kayu jati tersebut sudah tidak digunakan karena ada mimbar baru yang lebih memadai. Mimbar peninggalan Rade Saleh sekarang disimpan sebagai benda bersejarah koleksi Masjid Al Makmur. (rio)
Sumber :
WARTA KOTA
Edisi Kamis, 23 Juni
2016

GURU SMAN 42 JAKARTA MENULIS: MASJID AL MAKMUR (Warisan R Saleh Yang Digotong Ra...: Blog Ki Slamet : Guru SMAN 42 Menulis Minggu, 26 Juni 2016 - 21:56 WIB Masjid Al Makmur Cikini Warta Kota – kamis, 23 Juni 2016

Senin, 06 Juni 2016

ABRAHAM LINCOLN ( 1809 - 1865 )

Blog Ki Slamet 42 : "Poleksosbuda"
Selasa, 07 Juni 2016 - 13:30 WIB


PRESIDEN AMERIKA SERIKAT KE 16
ABRAHAM LINCOLN ( 1809 – 1865 )

Abraham Lincoln (1809-1865)
Mengapa tidak ada suatu keyakinan yang sabar mengenai keadilan yang pokok bagi rakyat? Apakah ada harapan yang lebih baik atau sama di dalam dunia ini? 
(—PIDATO PELANTIKAN, 1861 —)


Diahirkan :
Di Hardin County, Kentucky, 12 Pebuari 1809
Pendidikan :
Belajar sendiri/oto didak
Kawin :
Dengan Mary Todd, 1942
Karier :
-          Penyidik, Kepala Pos, Kapten dalam Perang Black Hawk, 1831 - 1937
-          Anggota DPR Illinois, 1834 – 1842.
-          Pengacara 1837.
-          Anggota Kongres, 1847 - 1849.
-          Presiden, 1861 - 1865.
-          Duta Besar untuk Belanda tahun 1780.
Meninggal :
Di Washington, D.C. 15 April 1865

Dalam sejarah tidak ada contoh yang lebih dramatis menyamai terpanggilnya seorang tokoh maju ke depan untuk menghadapi tantangan krisis berat yang mengancam, dari pada munculnya tokoh Abraham Lincoln, yang laksana tokoh dalam cerita dongeng timbul dari kegelapan ke permukaan sejarah, menjadi Presiden dari suatu negara yang mau rubuh. Halangan-halangan laksana raksasa menghadang di depannya. Dia lahir di kalangan rakyat sederhana, kurang pengethuan, miskin, dan hidup di dalam hutan daerah perbatasan. Dia sama sekali tak mempunyai hal yang menguntungkan atau perhubungan. Da terlalu sederhana untuk bisa menjadi kesayangan sebagai politikus profesional. Pribadinya penuh teka-teki, terlalu pilosofis, sangat pelucu untuk menjadi tokoh yang terkenal. Tetapi nasib tidak bisa dihalang-halangi. Bagaimanapun juga Lincoln diangkat menjadi Presiden, sebagai calon kedua dari sekian banyak calon lainnya. Melalui suara pemilih yang kurang dari suatu mayoritas dia akhirnya menjadi Presiden dalam 1860.

Keuar dari tahun-tahun awal kemiskinan dan percobaan, muncul seorang tokoh yang secara unik memperlihatkan kemampuan menghadapi ancaman perang saudara. Orangnya sangat jujur, punya kesadaran yang tinggi, dan kecakapan mengagumkan, dan seorang yang mempunyai rasa kemanusiaan yang mendalam. Setelah 18 bulan pertama dalam jabatannya, Lincoln menjadi seorang yang kuat dan efektif sebagai pemimpin. Dia teguh dalam pendirian, bijaksana dan meyakinkan. Tetapi di atas segalanya itu, dia mempunyai pandangan yang jauh. Dia melihat Amerika Serikat dalam dimensinya yang terbesar sebagai percobaan yang terbaik dalam demokrasi. Dalam sejarah tirani dan penindasan yang panjang, pada diri tokoh ini orang melihat bersinarnya cahaya harapan. Baginya cita-cita besar demokrasi itu mengurangi perbedaan daerah. Keyakinan Lincon yang mendalam mengenai nilai bertahan dalam percobaan ke pemerintahan bebas meneguhkan hatinya selama peperangan bertahun-tahun lamanya itu di medan perang Gettysburg hal terebut mendorongnya untuk memperlihatkan kepada dunia sinar pandangannya mengenai kebesaran negerinya yang sejati itu; “suatu negara yang dibangun dalam kemerdekaan dan diabdikan kepada pendirian bahwasemua orang diciptakan sama,” dan pikirannya yang teguh untuk berjuang mempertahankan Kesatuan Negara. “Pemerintahan rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat itu, tidak akan lenyap dari muka bumi.”  Pernyataan Gettysburg, yang merupakan pernyataan politik dan kemanusiaan yang agung dan sejati sepanjang masa, memperlihatkan ketulusan, kesederhanaan dan keagungan yang sejati yang menandai Lincoln sebagai salah seorang Presiden Amerika Serikat yang terbesar.

Selama pemerintahan Lincoln, penduduk Amerika Serikat tahun 1861 berjumlah 32,350,627 jiwa  dan pada tahun 1865 berjumlah menjadi 35, 700,678 jiwa
Pustaka:
Vincent Wilson Jr. 1982. “The Book Of The Presidents”
 “Presiden-Presiden Amerika Serikat”
Alih Bahasa oleh Drs. Abdullah Amry
Penerbit Mutiara Jakarta – Cetakan kedua 1982

Sabtu, 30 April 2016 – 12:21 WIB
Slamet Priyadi di Pangarakan, Bogor

Kamis, 02 Juni 2016

SEMBILAN SISWA SMKN 2 CIBINONG LOLOS AUDISI ORCHESTRA

Blog Ki Slamet 42 : "Poleksosbuda"
Jumat, 03 Juni 2016 - 06:08 WIB 

Image "Siswa-siswi SMKN 2 Cibinong"
Siswa-Siswi SMKN 2 Cibinong


CIBINONG – Kabar membanggakan datang dari sekolah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Cibinong. Sembilan siswanya lolos dalam audisi peserta  Indonesian Youth Orchestra rajutan komposer kondang tanah air Addie MS.
Dengan lolosnya sembilan siswa SMKN 2 Cibinong tersebut, sekaligus mengantarkan mereka menjadi peserta Indonesian Youth Orchestra. Waka Hunbin SMKN 2 Cibinong, Citra Sekarpramanik menuturkan, pihaknya sangat bangga dengan hasil yang ditorehkan para peserta didiknya. Terlebih mereka merupakan satu-satunya sekolah musik negeri di Kabupaten Bogor.

“Audisinya sendiri diadakan dua tahap, yakni audisi melalui Apload videoKE Youtube dan waalk in performance yang diseleksi langsung Addie MS selaku konduktor, Dewi Atmojo (direktur), serta Syafrudin Mangku Negara (violist),” jelasnya.

Lanjut Citra, adapun nama-nama kesembilan murid yang lolos audisi Indonesian Youth Orchestra kemarin, yakni Helmi Handico, Herlambang (violin), Anindya Adi Marshelly (violin), Farih Ibnu Iskandar(violin), Tubagus Syahrul (contrabass), Aninda Kurniasih (flute), Anzar Febrianto (trombone).

Dengan adanya torehan prestasi ini, anak sekolah terus berupaya menambah sarana dan prasarana penunjang kegiatan pembelajaran bagi para siswanya.
Kendati telah memiliki peralatan musik berkelas internasional, pihaknya masih membutuhkan beberapa ruangan untuk memaksimalkan kegiatan pengajaran.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Bogor Jumartini menambahkan, semoga dengan adanya prestasi yang terus diraih sekolahnya, mampu menumbuhkan kepercayaan masyarakat bahwa lembaga kejuruan musik sama-sama meyakinkan masa depan yang cerah bagi para muridnya.

“Tidak menutup kemungkinan untu tahun-tahun ke depannya jumlah peminat sekolah musik terutama di wilayah Kabupaten Bogor kian bertambah serta mampu memberikan warna berbeda bagi dunia pendidikan Bumi Tegar Beriman,” pungkasnya. (ran/c)

Sumber:
RADAR BOGOR – Selasa, 5 April 2016


"FORUM GURU SENI BUDAYA": SEMBILAN SISWA SMKN 2 CIBINONG LOLOS AUDISI ORCHES...: Blog Ki Slamet 42 : Forum Guru Seni Budaya Jumat, 03 Juni 2016 - 05:23 WIB Siswa-Siswi SMKN 2 Cibinong CIBINONG – Kaba...

Jumat, 06 Mei 2016

"MH THAMRIN" GURU PARA POLITISI Oleh : D. Abdul Azis Khafia

Blog Ki Slamet 42 : Poleksosbuda
Jumat, 06 Mei 2016 - 15:37 WIB

Image "Lukisan MH Thamrin ( Foto: Google )

MOHAMMAD HUSNI THAMRIN:"GURU PARA POLITISI"
Oleh :  Dr. Abdul Azis Khafia (Anggota DPD-RI/MPR-RI/Senator Provinsi DKI Jakarta)

 
Dr. Abdul Azis Khafia
Mungkin sebagian besar warga Jakarta sangat mengenal Jalan Mohammad Husni Thamrin, jalan Protokol sebagai salah satu sentra bisnis penting di Ibukota, namun tak banyak yang mengenal lebih dalam sosok pahlawan nasional dari Betawi ini. Mungkin juga tidak ada yang “ngeh” (sadar-red) Patung Muhammad Husni Thamrin berdiri kokoh di jalan ujung Jalan Merdeka Selatan. Persis menghadang air mancur patung kuda, patung PerungguMH. Thamrin ini diresmikan Gubernur Fauzi Bowo pada tahun 2012. Mungkin juga tidak banyak yang tau, Museum Mohammad Husni Thamrin yang terletak di Jalan Kenari II, Jakarta Pusat, museum yang berada di perkampungan, akses jalannya pun agak sulit karena berada di tengah sentra bisnis kenari, yang menyedihkan adalah akses masuk ke Museum terdapat tempat pembuangan sampah Yat cukup mengganggu.

MH Thamrin lahir pada 16 Febuari 1894, dalam tubuh Thamrin mengalir darah Inggris, karena kakeknya orang tua Thamrin, orang Inggris yang menikah dengan Noeraini gadis Betawi. Ayahnya bernama Thamrin Mohammad Thabrie, seorang wedana Batavia pada 1908. Meski anak seorang birokrat kaya, Thamrin kecil tidak bertingkah layaknya anak “gedongan”, masa kecilnya ia habiskan bermain dengan anak-anak kampung di kali, selain berpendidikan Belanda, Thamrin ternyata merupakan murid dari Habib Ali Al Habsy Kwitang. Rupanya ketika itu ia banyak bermain dengan teman-temannya, ia melihat langsung betapa sulitnya pribumi, terjajah dan tertindas, kondisi lingkungan kampung yang memprihatibkan dengan berbagai penyakit yang menjangkiti, kelak “kesadaran” itulah yang membentuk mental perjuangan MH Thamrin.

Perjuangan di Gemeenteraad

Sebagai pemuda yang secara finansial cukup, fasih berbahasa Belanda, Inggris, dan seorang pegawai Pelayaran KMP Besar, tak menyulitkan Thamrin untuk dekat dengan sejumlah tokoh politik, ia dekat dengan Van Der Zee yang akhirnya mendorong Thamrin ke dunia politik. Pada Pemilihan 23 September 1919 ia terpilih sebagai Anggota Dewan Gemeenteraad. Dengan kecakapan dan kewibawaannya berpidato MH Thamrin berhasil mencuri perhatian, pertebatan dan ketajaman MH Thamrin acap kali menyudutkan Pemerintah ke posisi yang sulit sehingga Pemerintah kewalahan untuk menjawab.

Yang mengagumkan adalah, menurut notulensi sidang di  Dewan Kotapraja 1920-1940, dapat diketahui bagaimana sepak terjang MH Thamrin dalam perjuangan di tingkat lokal maupun regional, ia banyak mengangkat kesulitan hidup penarik gerobak, kusir, penjaja makanan keliling, pengemis, serta sekolah bagi rakyat melarat, oleh Thamrin ditampilkan kepermukaan baik di forum dewan maupun di luar forum dewan, hal ini yang tidak dilakukan Anggota Dewan lainnya. Tahun kedua ia menjabat sebagai Anggota Dewan, pada tanggal 7 Maret 1921. MH Thamrin menyampaikan kritik keras dan tajam mengenai cara pendekatan dewan, kritik itu didukung oleh Reolof Schootmant teman Thamrin, bahwa Dewan tidak pernah memperhatikan kampung-kampung di Batavia dan tidak perduli terhadap masalah-masalah sosial di perkampungan, jalan-jalan utama dan jalan-jalan di perumahan elit Menteng yang begitu bagus ternyata begitu kontras perbedaannya dengan jalan-jalan di gang-gang kampung, hal ini diperkuat oleh Van Den Marli “bahwa tidak ada kampung-kampung dari Sabang sampai Merauke seburuk kampung di Batavia”.

Selain itu MH Thamrin mengkritik Anggaran yang disediakan oleh Kotapraja untuk Pribumi, ia bersama beberapa Anggota Dewan mengajukan Anggaran senilai 100.000 Gulden untuk perbaikan kampung, dengan memotong Anggaran dari pos lain. Namun usul itu ditolak Walikota karena dianggap pajak yang dihasilkan dari penduduk kampung sangat sedikit. Walikota tetap menganggarkan 30.000 Gulden untuk mengatasi persoalan kampung, namun lagi-lagi MH Thamrin kecewa karena ternyata penggunaan uang 30.000 Gulden tidak dipakai dengan semestinya.

Pada 13 Juni 1923, Thamrin bersama anggota lainnya mengajukan mosi untuk dibahas bersama walikota melalui perdebatan panjang, secara mengejutkan di tengah resesi dan upaya penghematan Anggaran, Walikota dan Dewan Kotapraja menyetujui usul Thamrin untuk tambahan anggaran perbaikan kampung senilai 50.000 Gulden dengan dana siap pakai mencapai 20.000 Gulden. Selain persoalan perbaikan kampung Thamrin juga memfokuskan ketidakadilan ekonomi, terutama mengenai kemiskinan, pada tanggal 29 Oktober 1924, Thamrin menyampaikan kondisi ekonomi di daerah pinggiran Betawi, ia juga banyak menyuarakan mengenai kondisi-kondisi sekolah untuk pribumi.

Perjuangannya membuahkan hasil, dedikasinya yang tinggi terhadap perbaikan kwalitas hidup masyarakat pribumi membuatnya terpilih sebagai Anggota Volkstraad pun lebih luas, tidak hanya membela kaum tertindas di kampung-kampung Jakarta tapi perjuangan nasib bangsa untuk merdek, menentukan nasib sendiri.

Dalam cerita di atas kita bisa melihat, gagasan, kesadaran dan idealisme itu diperjuangkan oleh MH Thamrin di Gemeeteraad. Pada Mei 1923 ia menolak pembangunan rumah pembekuan potong hewan, yang bagi Thamrin jelas tidak bermanfaat untuk masyarakat luas, yang hanya mementingkan kaum kaya dan pemodal. Saat di Volkstraad ia membuat gerah Pemerintah dan Pemodal dengan mempersoalkan harga kopra, beras, gula, karet dan semua komoditas yang bersentuhan dengan rakyat miskin.

Pada 11 Januari 1941 MH Thamrin wafat diusia yang sebetulnya masih muda untuk seorang politisi negarawan, Bob Hearing (penulis Buku MH Thamrin) turut menyaksikan iring-iringan Pemakaman MH Thamrin yang dipenuhi manusia, mulai dari kediamannya di sawah besar hingga Karet Bivak. bobHearing menyatakan bahwa, Soekarno-Thamrin merupakan perpaduan pejuang yang ideal antara tokoh non kooperatif dengan tokoh kooperatif, hal ini didapat ketika melihat perjuangan tokoh-tokoh non kooperatif seperti Soekarno dan Syahrir Mandek, MH Thamrin tetap bergerak di Volkstraad dengan semangat nasionalismenya. Mohammad Husni Thamrin ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional dengan Surat Keputusan Presiden No. 175 Tahun 1960 yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno.

Sosok Thamrin bisa dijadikan suri tauladan dan tentu saja guru bagi generasi penerus bangsa, terutama untuk Politisi dan Legislator. Taktis dan Strategis, Visi Misi, Mentalitas, Cara berkomunikasi dan tentu caranya berpolitik bisa menjadi rujukan yang sahih, di tengah-tengah bangsa ini surplus politisi namun minus negarawan. (*)

Sumber:
Warta kota
Edisi :
Selasa, 3 Mei 2016