Senin, 06 Juni 2016

ABRAHAM LINCOLN ( 1809 - 1865 )

Blog Ki Slamet 42 : "Poleksosbuda"
Selasa, 07 Juni 2016 - 13:30 WIB


PRESIDEN AMERIKA SERIKAT KE 16
ABRAHAM LINCOLN ( 1809 – 1865 )

Abraham Lincoln (1809-1865)
Mengapa tidak ada suatu keyakinan yang sabar mengenai keadilan yang pokok bagi rakyat? Apakah ada harapan yang lebih baik atau sama di dalam dunia ini? 
(—PIDATO PELANTIKAN, 1861 —)


Diahirkan :
Di Hardin County, Kentucky, 12 Pebuari 1809
Pendidikan :
Belajar sendiri/oto didak
Kawin :
Dengan Mary Todd, 1942
Karier :
-          Penyidik, Kepala Pos, Kapten dalam Perang Black Hawk, 1831 - 1937
-          Anggota DPR Illinois, 1834 – 1842.
-          Pengacara 1837.
-          Anggota Kongres, 1847 - 1849.
-          Presiden, 1861 - 1865.
-          Duta Besar untuk Belanda tahun 1780.
Meninggal :
Di Washington, D.C. 15 April 1865

Dalam sejarah tidak ada contoh yang lebih dramatis menyamai terpanggilnya seorang tokoh maju ke depan untuk menghadapi tantangan krisis berat yang mengancam, dari pada munculnya tokoh Abraham Lincoln, yang laksana tokoh dalam cerita dongeng timbul dari kegelapan ke permukaan sejarah, menjadi Presiden dari suatu negara yang mau rubuh. Halangan-halangan laksana raksasa menghadang di depannya. Dia lahir di kalangan rakyat sederhana, kurang pengethuan, miskin, dan hidup di dalam hutan daerah perbatasan. Dia sama sekali tak mempunyai hal yang menguntungkan atau perhubungan. Da terlalu sederhana untuk bisa menjadi kesayangan sebagai politikus profesional. Pribadinya penuh teka-teki, terlalu pilosofis, sangat pelucu untuk menjadi tokoh yang terkenal. Tetapi nasib tidak bisa dihalang-halangi. Bagaimanapun juga Lincoln diangkat menjadi Presiden, sebagai calon kedua dari sekian banyak calon lainnya. Melalui suara pemilih yang kurang dari suatu mayoritas dia akhirnya menjadi Presiden dalam 1860.

Keuar dari tahun-tahun awal kemiskinan dan percobaan, muncul seorang tokoh yang secara unik memperlihatkan kemampuan menghadapi ancaman perang saudara. Orangnya sangat jujur, punya kesadaran yang tinggi, dan kecakapan mengagumkan, dan seorang yang mempunyai rasa kemanusiaan yang mendalam. Setelah 18 bulan pertama dalam jabatannya, Lincoln menjadi seorang yang kuat dan efektif sebagai pemimpin. Dia teguh dalam pendirian, bijaksana dan meyakinkan. Tetapi di atas segalanya itu, dia mempunyai pandangan yang jauh. Dia melihat Amerika Serikat dalam dimensinya yang terbesar sebagai percobaan yang terbaik dalam demokrasi. Dalam sejarah tirani dan penindasan yang panjang, pada diri tokoh ini orang melihat bersinarnya cahaya harapan. Baginya cita-cita besar demokrasi itu mengurangi perbedaan daerah. Keyakinan Lincon yang mendalam mengenai nilai bertahan dalam percobaan ke pemerintahan bebas meneguhkan hatinya selama peperangan bertahun-tahun lamanya itu di medan perang Gettysburg hal terebut mendorongnya untuk memperlihatkan kepada dunia sinar pandangannya mengenai kebesaran negerinya yang sejati itu; “suatu negara yang dibangun dalam kemerdekaan dan diabdikan kepada pendirian bahwasemua orang diciptakan sama,” dan pikirannya yang teguh untuk berjuang mempertahankan Kesatuan Negara. “Pemerintahan rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat itu, tidak akan lenyap dari muka bumi.”  Pernyataan Gettysburg, yang merupakan pernyataan politik dan kemanusiaan yang agung dan sejati sepanjang masa, memperlihatkan ketulusan, kesederhanaan dan keagungan yang sejati yang menandai Lincoln sebagai salah seorang Presiden Amerika Serikat yang terbesar.

Selama pemerintahan Lincoln, penduduk Amerika Serikat tahun 1861 berjumlah 32,350,627 jiwa  dan pada tahun 1865 berjumlah menjadi 35, 700,678 jiwa
Pustaka:
Vincent Wilson Jr. 1982. “The Book Of The Presidents”
 “Presiden-Presiden Amerika Serikat”
Alih Bahasa oleh Drs. Abdullah Amry
Penerbit Mutiara Jakarta – Cetakan kedua 1982

Sabtu, 30 April 2016 – 12:21 WIB
Slamet Priyadi di Pangarakan, Bogor

Kamis, 02 Juni 2016

SEMBILAN SISWA SMKN 2 CIBINONG LOLOS AUDISI ORCHESTRA

Blog Ki Slamet 42 : "Poleksosbuda"
Jumat, 03 Juni 2016 - 06:08 WIB 

Image "Siswa-siswi SMKN 2 Cibinong"
Siswa-Siswi SMKN 2 Cibinong


CIBINONG – Kabar membanggakan datang dari sekolah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Cibinong. Sembilan siswanya lolos dalam audisi peserta  Indonesian Youth Orchestra rajutan komposer kondang tanah air Addie MS.
Dengan lolosnya sembilan siswa SMKN 2 Cibinong tersebut, sekaligus mengantarkan mereka menjadi peserta Indonesian Youth Orchestra. Waka Hunbin SMKN 2 Cibinong, Citra Sekarpramanik menuturkan, pihaknya sangat bangga dengan hasil yang ditorehkan para peserta didiknya. Terlebih mereka merupakan satu-satunya sekolah musik negeri di Kabupaten Bogor.

“Audisinya sendiri diadakan dua tahap, yakni audisi melalui Apload videoKE Youtube dan waalk in performance yang diseleksi langsung Addie MS selaku konduktor, Dewi Atmojo (direktur), serta Syafrudin Mangku Negara (violist),” jelasnya.

Lanjut Citra, adapun nama-nama kesembilan murid yang lolos audisi Indonesian Youth Orchestra kemarin, yakni Helmi Handico, Herlambang (violin), Anindya Adi Marshelly (violin), Farih Ibnu Iskandar(violin), Tubagus Syahrul (contrabass), Aninda Kurniasih (flute), Anzar Febrianto (trombone).

Dengan adanya torehan prestasi ini, anak sekolah terus berupaya menambah sarana dan prasarana penunjang kegiatan pembelajaran bagi para siswanya.
Kendati telah memiliki peralatan musik berkelas internasional, pihaknya masih membutuhkan beberapa ruangan untuk memaksimalkan kegiatan pengajaran.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Bogor Jumartini menambahkan, semoga dengan adanya prestasi yang terus diraih sekolahnya, mampu menumbuhkan kepercayaan masyarakat bahwa lembaga kejuruan musik sama-sama meyakinkan masa depan yang cerah bagi para muridnya.

“Tidak menutup kemungkinan untu tahun-tahun ke depannya jumlah peminat sekolah musik terutama di wilayah Kabupaten Bogor kian bertambah serta mampu memberikan warna berbeda bagi dunia pendidikan Bumi Tegar Beriman,” pungkasnya. (ran/c)

Sumber:
RADAR BOGOR – Selasa, 5 April 2016


"FORUM GURU SENI BUDAYA": SEMBILAN SISWA SMKN 2 CIBINONG LOLOS AUDISI ORCHES...: Blog Ki Slamet 42 : Forum Guru Seni Budaya Jumat, 03 Juni 2016 - 05:23 WIB Siswa-Siswi SMKN 2 Cibinong CIBINONG – Kaba...

Jumat, 06 Mei 2016

"MH THAMRIN" GURU PARA POLITISI Oleh : D. Abdul Azis Khafia

Blog Ki Slamet 42 : Poleksosbuda
Jumat, 06 Mei 2016 - 15:37 WIB

Image "Lukisan MH Thamrin ( Foto: Google )

MOHAMMAD HUSNI THAMRIN:"GURU PARA POLITISI"
Oleh :  Dr. Abdul Azis Khafia (Anggota DPD-RI/MPR-RI/Senator Provinsi DKI Jakarta)

 
Dr. Abdul Azis Khafia
Mungkin sebagian besar warga Jakarta sangat mengenal Jalan Mohammad Husni Thamrin, jalan Protokol sebagai salah satu sentra bisnis penting di Ibukota, namun tak banyak yang mengenal lebih dalam sosok pahlawan nasional dari Betawi ini. Mungkin juga tidak ada yang “ngeh” (sadar-red) Patung Muhammad Husni Thamrin berdiri kokoh di jalan ujung Jalan Merdeka Selatan. Persis menghadang air mancur patung kuda, patung PerungguMH. Thamrin ini diresmikan Gubernur Fauzi Bowo pada tahun 2012. Mungkin juga tidak banyak yang tau, Museum Mohammad Husni Thamrin yang terletak di Jalan Kenari II, Jakarta Pusat, museum yang berada di perkampungan, akses jalannya pun agak sulit karena berada di tengah sentra bisnis kenari, yang menyedihkan adalah akses masuk ke Museum terdapat tempat pembuangan sampah Yat cukup mengganggu.

MH Thamrin lahir pada 16 Febuari 1894, dalam tubuh Thamrin mengalir darah Inggris, karena kakeknya orang tua Thamrin, orang Inggris yang menikah dengan Noeraini gadis Betawi. Ayahnya bernama Thamrin Mohammad Thabrie, seorang wedana Batavia pada 1908. Meski anak seorang birokrat kaya, Thamrin kecil tidak bertingkah layaknya anak “gedongan”, masa kecilnya ia habiskan bermain dengan anak-anak kampung di kali, selain berpendidikan Belanda, Thamrin ternyata merupakan murid dari Habib Ali Al Habsy Kwitang. Rupanya ketika itu ia banyak bermain dengan teman-temannya, ia melihat langsung betapa sulitnya pribumi, terjajah dan tertindas, kondisi lingkungan kampung yang memprihatibkan dengan berbagai penyakit yang menjangkiti, kelak “kesadaran” itulah yang membentuk mental perjuangan MH Thamrin.

Perjuangan di Gemeenteraad

Sebagai pemuda yang secara finansial cukup, fasih berbahasa Belanda, Inggris, dan seorang pegawai Pelayaran KMP Besar, tak menyulitkan Thamrin untuk dekat dengan sejumlah tokoh politik, ia dekat dengan Van Der Zee yang akhirnya mendorong Thamrin ke dunia politik. Pada Pemilihan 23 September 1919 ia terpilih sebagai Anggota Dewan Gemeenteraad. Dengan kecakapan dan kewibawaannya berpidato MH Thamrin berhasil mencuri perhatian, pertebatan dan ketajaman MH Thamrin acap kali menyudutkan Pemerintah ke posisi yang sulit sehingga Pemerintah kewalahan untuk menjawab.

Yang mengagumkan adalah, menurut notulensi sidang di  Dewan Kotapraja 1920-1940, dapat diketahui bagaimana sepak terjang MH Thamrin dalam perjuangan di tingkat lokal maupun regional, ia banyak mengangkat kesulitan hidup penarik gerobak, kusir, penjaja makanan keliling, pengemis, serta sekolah bagi rakyat melarat, oleh Thamrin ditampilkan kepermukaan baik di forum dewan maupun di luar forum dewan, hal ini yang tidak dilakukan Anggota Dewan lainnya. Tahun kedua ia menjabat sebagai Anggota Dewan, pada tanggal 7 Maret 1921. MH Thamrin menyampaikan kritik keras dan tajam mengenai cara pendekatan dewan, kritik itu didukung oleh Reolof Schootmant teman Thamrin, bahwa Dewan tidak pernah memperhatikan kampung-kampung di Batavia dan tidak perduli terhadap masalah-masalah sosial di perkampungan, jalan-jalan utama dan jalan-jalan di perumahan elit Menteng yang begitu bagus ternyata begitu kontras perbedaannya dengan jalan-jalan di gang-gang kampung, hal ini diperkuat oleh Van Den Marli “bahwa tidak ada kampung-kampung dari Sabang sampai Merauke seburuk kampung di Batavia”.

Selain itu MH Thamrin mengkritik Anggaran yang disediakan oleh Kotapraja untuk Pribumi, ia bersama beberapa Anggota Dewan mengajukan Anggaran senilai 100.000 Gulden untuk perbaikan kampung, dengan memotong Anggaran dari pos lain. Namun usul itu ditolak Walikota karena dianggap pajak yang dihasilkan dari penduduk kampung sangat sedikit. Walikota tetap menganggarkan 30.000 Gulden untuk mengatasi persoalan kampung, namun lagi-lagi MH Thamrin kecewa karena ternyata penggunaan uang 30.000 Gulden tidak dipakai dengan semestinya.

Pada 13 Juni 1923, Thamrin bersama anggota lainnya mengajukan mosi untuk dibahas bersama walikota melalui perdebatan panjang, secara mengejutkan di tengah resesi dan upaya penghematan Anggaran, Walikota dan Dewan Kotapraja menyetujui usul Thamrin untuk tambahan anggaran perbaikan kampung senilai 50.000 Gulden dengan dana siap pakai mencapai 20.000 Gulden. Selain persoalan perbaikan kampung Thamrin juga memfokuskan ketidakadilan ekonomi, terutama mengenai kemiskinan, pada tanggal 29 Oktober 1924, Thamrin menyampaikan kondisi ekonomi di daerah pinggiran Betawi, ia juga banyak menyuarakan mengenai kondisi-kondisi sekolah untuk pribumi.

Perjuangannya membuahkan hasil, dedikasinya yang tinggi terhadap perbaikan kwalitas hidup masyarakat pribumi membuatnya terpilih sebagai Anggota Volkstraad pun lebih luas, tidak hanya membela kaum tertindas di kampung-kampung Jakarta tapi perjuangan nasib bangsa untuk merdek, menentukan nasib sendiri.

Dalam cerita di atas kita bisa melihat, gagasan, kesadaran dan idealisme itu diperjuangkan oleh MH Thamrin di Gemeeteraad. Pada Mei 1923 ia menolak pembangunan rumah pembekuan potong hewan, yang bagi Thamrin jelas tidak bermanfaat untuk masyarakat luas, yang hanya mementingkan kaum kaya dan pemodal. Saat di Volkstraad ia membuat gerah Pemerintah dan Pemodal dengan mempersoalkan harga kopra, beras, gula, karet dan semua komoditas yang bersentuhan dengan rakyat miskin.

Pada 11 Januari 1941 MH Thamrin wafat diusia yang sebetulnya masih muda untuk seorang politisi negarawan, Bob Hearing (penulis Buku MH Thamrin) turut menyaksikan iring-iringan Pemakaman MH Thamrin yang dipenuhi manusia, mulai dari kediamannya di sawah besar hingga Karet Bivak. bobHearing menyatakan bahwa, Soekarno-Thamrin merupakan perpaduan pejuang yang ideal antara tokoh non kooperatif dengan tokoh kooperatif, hal ini didapat ketika melihat perjuangan tokoh-tokoh non kooperatif seperti Soekarno dan Syahrir Mandek, MH Thamrin tetap bergerak di Volkstraad dengan semangat nasionalismenya. Mohammad Husni Thamrin ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional dengan Surat Keputusan Presiden No. 175 Tahun 1960 yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno.

Sosok Thamrin bisa dijadikan suri tauladan dan tentu saja guru bagi generasi penerus bangsa, terutama untuk Politisi dan Legislator. Taktis dan Strategis, Visi Misi, Mentalitas, Cara berkomunikasi dan tentu caranya berpolitik bisa menjadi rujukan yang sahih, di tengah-tengah bangsa ini surplus politisi namun minus negarawan. (*)

Sumber:
Warta kota
Edisi :
Selasa, 3 Mei 2016


Sabtu, 26 Maret 2016

“KISAH PENJUAL BUAH SEMANGKA” Karya : Ki Slamet 42


“KISAH PENJUAL BUAH SEMANGKA"

Karya : Ki Slamet 42


Ketika aku berjalan sendirian di saat tengah hari
Di Pasar Jatinegara yang nampaklah ramai sekali
Dengan bermacam kegiatan profesi yang digeluti
Berjuang keras hanya untuk mencari sesuap nasi
Demi kelangsungan hidup keluarga anak dan istri

Persis di depan gereja tua ada penjual semangka
Yang bagiku penampilannya begitu amat berbeda
Jika dibanding dengan penjual semangka lainnya
Yang kumal dengan peluh membasahi pakaiannya
Sebab Mentari siang itu bersinar begitu teriknya

Rasa haus dahaga di kerongkongan mulai terasa
Maka segera kuhampiri saja si penjual semangka
Lalu kutanya berapa harga semangka sebuahnya
Si penjual semangka itu  hanya diam seribu basa
Tapi akhirnya ia menjawab juga dengan berkata,

“Tuan,  aku tak mau jika  nantinya tuan kecewa
Maka sebaiknya,  tuan  cobalah dulu  semangka
Yang saya jual ini,  sedang soal harga  nanti saja
Jika tuan  sudah merasa cocok dengan rasanya
Tuan, semangka beri efek positif bagi raga kita!”

Mendengar jawaban dari  sang penjual semangka,
Aku menjadi sedikit terperangah juga  dibuatnya
Maka, aku pun ajukan pertanyaan lagi kepadanya
“Maaf pak, saya masih belum jelas apa maksudnya
Semangka memberi efek positif buat tubuh kita?”

“Tuan, sebab semangka kandung zat likopen tinggi
Antioksidan terdapat dalam buah berwarna-warni
Utama buah-buah berwarna merah bukan stroberi
Begitu yang saya baca dalam buku-buku referensi
Bahkan kanker prostat, jantung dapat dikurangi.”

Demikian lancar  dan berisi sang penjual semangka
Jelaskan manfaat  dan  kegunaan buah yang di jaja
Kepada setiap calon pembelinya  yang merasa suka
Dengan pelayanan sangat ramah yang diberikannya
Dan, aku jadi bertanya-tanya seperti tiada percaya

Dalam keadaan masih terkesima  penjual semangka
Melanjutkan kata-katanya yang penuh daya pesona,
“Oya,  tuan!  buah  berair  Citrullus lanatus ini juga
Kaya  akan  Vitamin B6,  suatu zat penting yang bisa
Rangsang hormon otak untuk atasi panik cemas jiwa

Bukan Cuma itu, semangka pun kaya akan vitamin C
Dan vitamin A Yang bisa memperkuat, menjaga penuh
Serta  bantu  enerji  daya tahan dan kekebalan tubuh
Pun, memperlambat proses penuaan fisik yang ampuh
Selain itu, mencegah kebutaan, infeksi, tubuh  rapuh

Demikian luasnya pengetahuan sang penjual semangka
Terkait barang dagangannya sampai akupun terkesima
Kata bicara menandai dia bukan pedagang buah biasa
Tutur katanya  kandung referensi akademik berlogika
Maka tak sungkan lagi aku pun ajukan lagi satu tanya

“Oya,  pak!  jika demikian,  bagaimanakah  caranya kita
Bisa mengetahui buah semangka yang masak dan tua?”
Tanyaku, seraya ambil satu buah semangka yang dijaja
Kemudian  aku lempar-lempar ke atas  setinggi kepala
Pedagang semangka itu tersenyum yang diselingi tawa

“Baik, tuan!  Saya akan jelaskan dengan sebaik-baiknya,
Tuan  ketuk saja kulitnya,  jika ada rongga itu artinya
Buah semangka itu  sudah bisa kita mengkonsumsinya
Jika suaranya terdengar masih berat artinya semangka
Masihlah muda, belumlah bisa kita ‘tuk menyantapnya

Ketika aku asyik nikmati semangka  pilihan si pedagang
Yang banyak kandung air hingga rasa dahagapun hilang
Nampak keluar dari pintu kendaraan hitam jenis kijang
Tiga wanita cantik, manja, panggil nama sang pedagang
“Pak Pandu, kami siap hadir mengikuti kuliah sekarang!”

 
Meihat dan menyaksikan peristiwa itu,  baru aku tahu
Bahwa  ternyata,  sang  pedagang  buah  semangka itu
Seorang  yang  berprofesi  sebagai dosen  di salah satu
Perguruan  tinggi  yang  sengaja ke situ  ingin bertemu
Dengan teman karibnya  semasa masih di  SMA dahulu

Sabtu, 26 Maret 2016 – 19:21 WIB
Slamet Priyadi di Pangarakan, Bogor