Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juni 2014

Gaji ke-13 dan Rapel Kenaikan Gaji PNS Cair Sebelum Lebaran



 atjehpost.com
15 June 2014 - 11:12 am
 
Kementerian Keuangan akan segera menindaklanjuti terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2014
Bulan depan bakal menjadi bulan penuh rezeki bagi PNS. Selain gaji ke-13 yang bakal cair, kantong PNS akan kian tebal seiring rapel kenaikan gaji periode Januari - Juni 2014 yang dibayarkan pemerintah.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar mengatakan, meskipun tahun ini ada pemotongan anggaran belanja dalam APBN Perubahan 2014, anggaran gaji ke-13 tetap dibayarkan. "Nanti kita bagikan sebelum Lebaran, Juli-lah," ujarnya saat ditemui di Kementerian Keuangan kemarin pada Kamis 12 Juni 2014.

Menurut Azwar, saat ini pihaknya juga tengah menghitung kebutuhan anggaran gaji PNS dalam RAPBN 2015, termasuk potensi kenaikan gaji dan gaji ke-13.

"Biasanya kan ada (kenaikan gaji dan gaji ke-13). Ini sedang dihitung," katanya.

Sementara itu, Kementerian Keuangan akan segera menindaklanjuti terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2014 yang baru saja diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 21 Mei lalu.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, PP tersebut merupakan payung hukum untuk teknis pencairan kenaikan gaji PNS tahun ini. Sebagaimana diketahui, dalam APBN 2014, pemerintah sudah menetapkan kenaikan gaji PNS mulai 1 Januari 2014. Namun, karena PP nya belum keluar, kenaikan gaji masih ditahan.

"Karena itu kenaikan gaji periode Januari hingga Juni akan langsung dirapel (dibayarkan sekaligus). Kemungkinan Juli nanti," ucapnya.

Di sisi lain, Kementerian PAN-RB juga mematangkan rencana pengangkatan CPNS baru tahun anggaran 2014. Untuk memulai kegiatan ini, Kemen PAN-RB sudah mulai menerima usulan kebutuhan CPNS baru dari instansi pusat dan daerah.

Kepala Biro Hukum, Informasi, dan Komunikasi Publik Kemen PAN-RB Herman Suryatman mengatkan, aturan tentang usulan kuota itu sudah disosialisasikan. Data-data pendukung untuk pengusulan kuota baru itu, bisa dikirim melalui layanan e-formasi.

Data-data pendukung yang dipakai untuk syarat pengajuan CPNS baru itu seperti peta jabatan di setiap unit kerja, perhitungan kebutuhan CPNS baru minimal untuk lima tahun ke depan, serta jumlah PNS yang bakal pensiun pada periode 2014 hingga 2018 nanti.

Dalam aturan ini, juga ditetapkan bahwa peserta ujian yang dinyatakan lolos menjadi CPNS bisa segera ditetapkan menjadi PNS.

"CPNS yang sudah memenuhi syarat, paling lama satu tahun harus diangkat menjadi PNS," tuturnya. Dengan demikian yang bersangkutan bisa mendapatkan gaji dan hak-hak lain secara utuh sebagai abdi negara. | sumber : jpnn

 

Minggu, 08 Juni 2014

"Ihan Batak" Kian Langka di Danau Toba



Senin, 9 Juni 2014 08:45 WIB 
Oleh H. Imran Napitupulu 
ilustrasi warga mencari ikan di pinggir Danau Toba (FOTO ANTARA/Irwansyah Putra)

Balige (ANTARA News) - Populasi "ihan" (ikan) batak saat ini kian langka di Danau Toba, Sumatera Utara, akibat penangkapan yang terus berlangsung.
"Ihan batak dalam bahasa latin disebut Neolissochilus thienemanni. Sekarang populasinya kian terancam akibat penangkapan berlebihan," kata staf Dinas Pertanian Perikanan Kabupaten Tobasa, Siahaan di Balige, Minggu.

Indikasi kelangkaan ihan itu terlihat dari semakin jarangnya ikan ditemukan di perairan Danau Toba. Jika dapat ditangkap oleh para nelayan, ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan sebelumnya.

Siahaan mengatakan, hingga tahun 80-an, ihan hasil tangkapan nelayan dari Danau Toba masih mudah didapatkan dan dengan gampang bisa dibeli di pasar tradisonal Kota Balige.

Pada zaman dulu, penangkapan ihan di Danau Toba biasanya dilakukan para nelayan dengan menggunakan sabaran berupa susunan batu di tepi danau sehingga ihan masuk dengan tenang.

Setelah ikan-ikan masuk, pintu sabaran ditutup lalu dilakukan penangkapan.

Dengan cara demikian, menurut dia, tidak terjadi pemburuan ke lubuk pemijahannya.

Berbeda jauh dengan cara-cara yang dilakukan nelayan saat ini.

"Kami hanya dapat menganjurkan agar para nelayan menghindari penangkapan dengan cara-cara yang tidak benar, seperti melakukan penyetruman menggunakan listrik atau aki, agar populasi ihan tersebut dapat dipertahankan," katanya.

Kelangkaan ihan itu berdampak terhadap pergeseran tatalaksana adat istiadat di kalangan masyarakat Batak.

Sehingga dewasa ini, posisi ihan banyak digantikan dengan ikan mas untuk acara "upa-upa" (selamatan atau syukuran).

Pardede, seorang nelayan dari Lumbanbulubul menyebutkan, saat ini ihan batak lebih banyak mereka tangkap dari sungai-sungai yang beraliran deras yang bermuara ke Danau Toba, yang merupakan habitat asli dari ikan tersebut.

"Kalaupun ada hasil tangkapan, merupakan rezki besar karena harga jualnya bisa mencapai Rp300 ribu/ekor," katanya.

Habitat Asli
Habitat asli ihan batak berada di Mual sirambe, satu embung kecil yang airnya jernih dan dingin, mengalir dari celah bebatuan, di Desa Bonandolok, Kecamatan Balige, sekitar 250 kilometer dari Medan, ibukota propinsi Sumatera Utara.

Kualitas air sirambe sangat sesuai untuk syarat hidup ikan langka ini, yakni hanya bisa hidup pada air jernih yang terus mengalir deras, dengan suhu relatif rendah, 21-25 derajat Celcius.

Marlon, seorang penduduk Desa Sirambe menuturkan, mereka tidak pernah mau menangkap ikan tersebut dari mual Sirambe dan bahkan tidak berani untuk memakannya, karena terlarang sejak dahulu.

Ikan itu mereka yakini sebagai perwujudan dari "namboru boru Siagian", penunggu embung yang memilih akhir hidupnya di sana.

Konon, kata Marlon menuturkan, pada zaman dulu kala, seorang putri dijodohkan orangtuanya dengan pria yang tidak disukainya. Lalu, sang putri lari dan bersembunyi ke daerah Aek Sirambe. Sebongkah batu ditafsirkan sebagai pertanda.

Ihan itu, kata dia, jarang menampakkan wujudnya. Bila nampak, itu sebagai pertanda rezeki besar bagi yang melihatnya.

"Batu itu diyakini sebagai perwujudan dari namboru boru Siagian yang menjadi penghuni Mual Sirambe, dan hinggi kini penduduk tidak berani mengusik ihan-ihan dekat batu di mual tersebut," katanya.

Di sebelah hilir mual Sirambe, Dinas Pertanian dan Perikanan Tobasa telah membangun kolam penampungan agar ikan yang keluar dari embung dapat tertampung.

Kolam itu dibangun untuk pembiakan ihan, yang selanjutnya dilepas ke hilir sungai. Bila ini berhasil, sungai itu akan dipenuhi ihan yang dapat ditangkap dan dimakan.

Namun sampai sekarang, kolam penampungan tersebut tidak difungsikan secara optimal, dan terkesan kurang diurus.

Selain di Mual Sirambe, Sungai Binangalom di Kecamatan Lumbanjulu, juga merupakan habitat ihan batak, meski populasinya tidak begitu banyak.

Sitorus, warga Lumbanjulu mengatakan, masyarakat setempat yang akan menangkap ihan dari sungai itu memiliki aturan dan cara tersendiri.

Tujuannya, agar tidak terjadi perusakan, apalagi niat untuk menghancurkkan ikan sakral tersebut.

Sitorus mengaku, warga desa setempat pernah merasa sangat marah dan kecewa terhadap sejumlah penduduk dari desa lain yang datang menangkap ikan di Sungai Binangalom dengan menggunakan aki untuk strum.

"Penggunaan aki untuk menyetrum akan membunuh anak-anak ihan yang masih kecil, sehingga menghambat perkembangbiakan ikan yang semakin langka tersebut," kata Sitorus.
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2014

Selasa, 15 April 2014

Indonesia Menunju Negara Ekonomi Terbesar ke-7



Selasa, 15 April 2014 16:05 WIB

Indonesia Menunju Negara Ekonomi Terbesar ke-7
Warta Kota/adhy kelana/kla/adhy kelana/kala       ILUSTRASI

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia diperkirakan memiliki potensi menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi nomor tujuh tertinggi di dunia pada 2030 mendatang. Hal tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan McKinsey & Co, yang meramal Indonesia akan masuk dalam jajaran 10 negara perekonomian terbesar dunia, melampaui Jerman dan Inggris.
 
Direktur Pengembangan Bisnis BEI, Friederica Widyasari Dewi yang akrab disapa Kiki juga yakin, Indonesia yang merupakan negara berkembang dengan jumlah penduduk keempat terbesar dunia, bisa mewujudkan potensi tersebut.

"Indonesia di masa yang akan datang pada 2030 mempunyai potensi menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi nomor tujuh tertinggi di dunia. Itu semua bisa terwujud jika semua on the track (sesuai dengan jalurnya)," ujar Kiki di Jakarta, Selasa (15/4).

Nah, dalam rangka berpartisipasi mewujudkan tingginya pertumbuhan ekonomi Indonesia, masyarakat dapat mulai melakukan investasi. Kiki menyarankan, masyarakat terlebih dahulu untuk membedakan antara risiko investasi dengan penipuan investasi. Sebab, menurut Kiki, risiko investasi merupakan musibah tak disengaja yang bisa terjadi saat masyarakat melakukan investasi pada jalur yang benar dan tepat. Ia menganalogikan risiko investasi seperti masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor yang lengkap dengan helm, surat izin mengemudi, kecakapan berkendara yang mumpuni, pemahaman rute berkendara yang akan dilalui, mematuhi rambu lalu lintas dan sebagainya.
 
Di tengah jalan, terjadi musibah. "Jadi, meski sudah lengkap dengan segala perlengkapan dan sebagainya, namun tetap saja di tengah jalan mengalami musibah. Ini namanya risiko investasi dan bisa saja terjadi," ucap Kiki.

Sementara itu, untuk penipuan investasi, adalah cara berinvestasi ilegal yang dipilih oleh masyarakat yang ingin investasi. Jadi, sedari awal, jenis investasi yang dipilih adalah investasi ilegal. Analoginya, pengendara motor yang tidak mempunyai surat izin mengemudi, tidak memiliki kecakapan mengemudi, tidak menggunakan helm, melanggar aturan dan melakukan berbagai hal ilegal lainnya.
 
"Penipuan investasi adalah jenis investasi yang memang ilegal, sehingga bisa melakukan modus penipuan kepada investor. Ciri-cirinya tentu investasinya tidak legal, imingi-iming penawaran return yang tinggi serta dijanjikan sesuatu yang pasti. Biasanya praktik-praktik ini akan menguntungkan pada awalnya saja, tapi kemudian bermasalah dan dana investasi masyarakat justru menjadi hilang," ucap Kiki.

Karena itu, Kiki menghimbau, masyarakat sebenarnya dapat menghindari penipuan investasi sedari awal.
Sebab, dalam rangka menuju pertumbuhan ekonomi yang tinggi, masyarakat diharapkan berpartisipasi aktif dalam investasi dalam negeri, terutama di pasar modal.

Sebagai catatan, McKinsey memperkirakan, pada saat 2030 nanti, kelas konsumsi Indonesia akan bertambah 90 juta orang. Jumlah warga konsumsi ini dibawah China dan India.

Editor: Sugiyarto
Sumber: Kontan